Pada hari Selasa, 8 Juni 2021 di Gedung Auditorium Universitas Lambung Mangkurat Kampus Banjarbaru terselenggara kegiatan ‘Building Development Entrepreneurship” Produk Banua Go Global” yang kegiatan ini diselenggarakan sangat meriah dan terselenggara berkat kerjasama Bank BNI dengan Inkubator Bisnis Teknologi Universitas Lambung Mangkurat (IBT ULM).

Pada kegiatan tersebut selain diadakan Workshop BNI UMKM Goes Global, setelah acara dibuka secara resmi oleh Walikota Banjarbaru dalam hal ini diwakili oleh Wakil Walikota Banjarbaru Bapak Wartono, S.E Kemudian diserahkan secara simbolis KUR Alumni Prakerja oleh Kepala OJK Regional 9 Kalimantan Selatan, dan dilanjutkan simbolis penyerahan QRIS oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan kepada pelaku UMKM dalam hal ini diwakili oleh tenant IBT ULM yaitu Muhammad Sholeh ‘Afif, S.Kom (CEO Filtro SW).

Setelah penyerahan secara simbolis dilanjutkan Penandatangan MoU (Nota Kesepahaman) antara BNI – ULM – Dinkop & UKM Provinsi Kalsel.

Setelah penandatanganan MoU dilanjutkan kunjungan ke Tenant Pameran, tenant-tenant IBT ULM yang ikut pameran pada acara tersebut antara lain:

  1. Filtro SW (Manufacturing) yang menampilkan alat portable smart water treatment air gambut menjadi air bersih;
  2. Moringa Karya Mandiri (Olahan Pangan/Herbal) menampilkan 4 jenis produk olahan kelor berupa milk tea kelor, chocomori original dan cokelat, Morin GAOL dried leaves dan Morin GAOL tea bags;
  3. Nutix Cleaning (Agribisnis) menampilkan produk parfum pembersih dan pewangi sepatu dan tas;
  4. PHLB (Olahan Pangan/Herbal) berupa teh Kayu manis, teh bajakah, teh pasak bumi, sirup kayu manis, instan herbal bajakah, madu dan produk-produk lainnya yang berasal dari hasil hutan non kayu;
  5. Borneo Pasak Bumi (Olahan Pangan/Herbal) menampilkan produk suplemen berbasis pasak bumi seperti Tablet Effervescent Pasak Bumi;
  6. Sobat Mesjid (Informasi Teknologi/Aplikasi) menampilkan berupa aplikasi android maupun website untuk memakmurkan masjid;
  7. Flo “Natural Anti-Aging” (Agribisnis) menampilkan produk berupa alas bedak atau foundation dari ekstrak jengkol yang memiliki khasiat untuk mencegah penuaan dini.

1. Filtro SW (Manufacturing)

2. Moringa Karya Mandiri (Olahan Pangan/Herbal)

3. Nutix Cleaning (Agribisnis)

4. PHLB (Olahan Pangan/Herbal)

5. Borneo Pasak Bumi (Olahan Pangan/Herbal)

6. Sobat Mesjid (Informasi Teknologi/Aplikasi)

7. Flo “Natural Anti-Aging” (Agribisnis)

Pada acara tersebut dengan keikutsertaan tenant IBT ULM tentunya akan menambah pengalaman tenant, sekaligus untuk promosi dan pemasaran produk mereka, karena event seperti ini sangat bagus dan jarang bisa dilaksanakan selain masih masa pandemic covid-19 juga terkendala biaya. Tenant-tenant IBT ULM tersebut diinkubasi di oleh IBT ULM ada yang sebagai tenant Inwall (Yang produksi dan kantornya tenant satu gedung dengan inkubator) dan ada juga sebagai Tenant Outwall (Produksi dan kantor berada tidak satu gedung dengan inkubator), IBT ULM sebagai unit Inkubator adalah suatu wadah atau unit yang menginkubasi wirausaha pemula dengan program inkubasi yang antara lain memberikan layanan coaching, mentoring, evaluasi, pendampingan, pelayanan, konsultasi bisnis, jejaring/alumni, akses ke bantuan dana, agar tenant kalau sudah terjun ke pasar/masyarakat sudah bisa mandiri, naik kelas dan siap untuk berkompetisi dengan para wirausaha-wirausaha yang sudah eksis di luar sana.

Pada sesi kedua, diadakan talk show dengan menghadirkan nara sumber dari berbagai instiusi dan lembaga serta pelaku UMKM yang sudah sukses agar bisa sharing ilmu dan wawasan kepada peserta yang sebagian besar adalah pelaku UMKM di Banua Kalimantan Selatan, dari IBT ULM menghadirkan pembicara Bapak Arief Budiman, SE., MMKTg, Ph.D dengan topic yang disampaikan “Strategi Pemasaran UMKM Berorientasi Ekspor (Go Global).

Ada hal yang sangat menarik dan perlu dipertimbangkan bagi tenant IBT ULM dari acara talk show dari sesi Tanya jawab dengan pertanyaannya adalah Bagaimana agar bisnis atau produk usaha dapat berkembang pesat dan bisa di ekspor, kemudian dijawab oleh Nara Sumber dari Bea Cukai yaitu “Produk-produk Banua banyak yang tidak bisa berkembang pesat dikarenakan produk Banua banyak yang duplikat, sehingga tidak bisa berdaya saing di pasar nasional apalagi pasar internasional, dan salah satu solusi yang sangat menarik juga yaitu harusnya produk-produk yang diciptakan dan dikembangkan adalah memiliki ciri khas dari Banua, dan persyaratan untuk produk dan usaha serta ekspor sudah terpenuhi”.

Demikian salah satu kegiatan kerjasama dengan BNI ini sudah terlaksana, harapannya dengan kerjasama ini akan mendukung Inkubator Bisnis Teknologi Universitas Lambung Mangkurat (IBT ULM) untuk mensupport dan mewujudkan tenant inkubasi IBT ULM semakin berkembang, mandiri,  sukses, dan Go Global.

Universitas Lambung Mangkurat ke depan ingin menjadi Entrepreneur University, menjadi Universitas yang berbasis Wirausaha, sehingga sebagai mahasiswa diberi kesempatan untuk memunculkan keinginan dan jiwa untuk berwirausaha. Dan Inkubator Bisnis Teknologi ULM sangat diharapkan dapat berkembang lebih maju lagi untuk mendukung misi Universitas Lambung Mangkurat tersebut. Kami sampaikan juga tidak hanya mahasiswa dan alumni Universitas Lambung Mangkurat, tapi bagi masyarakat luas yang ingin bergabung menjadi tenant IBT ULM, kami persilakan kalau memang berminat silakan mengunjungi IBT ULM dengan lokasi di Gedung IV lantai I Kampus ULM Banjarbaru, Jl. A Yani Km. 36 Banjarbaru, dan dipersilakan juga untuk mengunjungi laman website ibt.ulm.ac.id diwebsite ini IBT ULM juga dapat mempromosikan produk-produk tenant IBT ULM secara gratis.

Sumber : Manajer IBT ULM /  WebIBT_Berita06_080621

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here