Banjarbaru/5 Oktober 2020. Inkubator Bisnis Teknologi Univeritas Lambung Mangkurat (IBT-ULM) menyelenggarakan WEBINAR Serie ke 3 yang dilaksanakan pada hari Senin, 5 Oktober 2020 pada jam 09.00 WITA sampai dengan selesai. Pada webinar kali ini mengusung topik ”Sertifikasi Halal dan Ijin Edar Bagi Produk Pangan dan Herbal”, topik ini dipilih karena sangat diharapkan oleh para tenant IBT ULM ataupun masyarakat wirausaha apalagi di masa pandemi Covid 19 apalagi produk-produk yang siap dipasarkan tetapi masih terkendala dengan legalitas produk mereka, sehingga topik seperti ini sangat diharapkan untuk memberikan solusi, wawasan atas permasalahan yang dihadapi sebagai seorang wirausaha pemula.

Webinar ke 3 ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ir. H. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc beliau selaku Wakil Rektor 4 Universitas Lambung Mangkurat sekaligus sebagai Pembina Inkubator Bisnis Teknologi Universitas Lambung Mangkurat (IBT ULM), pada kesempatan ini beliau menyampaikan bahwa topic yang di berikan pada saat ini sangat relevan dengan permasakahan yang dihadapi tenant-tenant IBT ULM dan masyarakat wirausaha pemula yang memang belum memiliki ijin edar dan sertifikasi halal, apalagi misi Universitas Lambung Mangkurat yang kedepan ingin menjadi Entrepreneur University, kegiatan seperti ini sangat mendukung untuk menjadi Universitas yang berbasis Wirausaha, maka dari itu Universitas Lambung Mangkurat sangat mendukung Inkubator Bisnis Teknologi ULM semakin berkembang dan mandiri, bisa membantu masyarakat luas, tidak hanya tenant IBT ULM dan alumni saja.

Nara sumber yang dihadirkan pada Webinar ke 3 ini sangat berpengalaman dan menguasai di bidangnya masing-masing, ada tiga nara sumber yang berbicara pada webinar kali ini, Nara sumber yang pertama adalah Dra. Cendekia Sri Murwani, MKM (Direktur Registrasi Obat Tradisional Suplemen, Kesehatan dan Kosmetik BPOM) dalam hal ini diwakili oleh Ibu Lia Adriana, menyampaikan materi dengan judul “Sistem dan Kebijakan Registrasi Produk Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan”, lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa Prosedur ijin edar relative mudah simple, melalui online dan bisa dilihat di system ASROT (Aplikasi Sistem Registrasi Produk Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Secara Elektronik/Online) yaitu https://asrot.pom.go.id/asrot dan untuk semua jenis registrasi tidak memerlukan hardcopy kecuali registrasi akun perusahaan dan registrasi produk baru highrisk. Disampaikan pula dokumen persyaratan untuk registrasi selain simple dan dokumen tersebut harus diunggah ke system ASROT tadi. Ditambahkan beliau bahwa ada beberapa produk yang dikecualikan yang tidak didaftarkan izin edarnya, seperti jamu racikan atau jamu gendong. Untuk bahan baku dan obat tradisional pelaku usaha harus melakukan uji laboratorium yang sudah terakreditasi, sedangkan pemeriksaan mutu bahan baku, bisa dilakukan sendiri oleh perusahaan itu pelaku usaha itu sendiri. Terkait produk herbal ditambahkan beliau, kalau akan diedarkan ke masyarakat dan melampirkan brand dan menyebutkan ada khasiat tertentu, tentunya harus mengajukan ijin edar, dan tetap sesuai kategorinya untuk mengajukan resgistrasi ke Badan POM.

Nara Sumber kedua adalah Udiantoro, SP, M.Si beliau adalah Direktur LPPOM MUI Kalimantan Selatan, pada kesempatan beliau menyampaikan tentang “Prosedur Sertifikasi Halal dan Sistem Jaminan Halal” untuk pangan, obat-obatan dan kosmetika, disampaikan beliau bahwa kewajiban pelaku usaha 1) produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal; 2) Pelaku usaha yang memproduksi dari bahan yang diharamkan wajib mencantumkan keterangan tidak halal pada produknya; 3) Wajib mencantumkan label halal pada peoduknya bagi yang memperoleh sertifikat halal. Dtambahkan beliau bahwa Sertfikat halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) berlaku 4 tahun, dan 5 kelompok yang wajib bersertifikat halal adalah 1) Bahan Gunaan; 2)Jasa; 3) Rumah Makan dan Catering’ 4) Rumah Potong hewan/unggas;5) Makanan, minuman, kosmetika-obat. Ditambahkan beliau bahwa dengan diundangkannya UU produk halal, bahwa semua produk yang akan diedarkan ke masyarakat harus ada sertifikasi halal nya.

Sedangkan Nara Sumber Ketiga adalah H. Muchrisman, SKM., MS beliau adalah Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, beliau menyampaikan “Rekomendasi Produk Pangan Olahan” dan dipaparkan beliau bahwa    segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk 1)pertanian, 2)perkebunan, 3)kehutanan, 4)perikanan, 5)peternakan, 6)perairan dan 7)air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan dan atau pembuatan makanan dan minuman. Ditambahkan beliau bahwa Kriteria pangan berdasarkan izin edar adalah pangan segar dan pangan olahan, untuk pangan olahan terdiri dari a) Pangan Olahan Industri (MD/ML); b)Pangan Produksi IRT-P (P-IRT); c)Pangan pada Rumah Makan/Restoran; d)Jasaboga/Catering; e)Pangan jajanan

Menyampaikan quote yang disampaikan beliau adalah “Amankan pangan dan bebaskan produk dari bahan berbahaya” dan “Pangan sehat dan aman berperan dalam mencerdaskan bangsa”

Sebagai moderator pada Webinar ketiga ini dipandu Sunardi, S.Si, M.Si, Ph.D selaku  pengelola IBT-ULM beliau sebagai Kepala Bidang Pengembangan dan Pemasaran Produk memandu acara Webinar ini dari awal sampai selesai beliau juga sebagai Staf Pengajar pada Fakultas MIPA ULM.

Pada saat pelaksanaan kegiatan webinar ini, telah diikuti peserta sebanyak 86 orang. Peserta yang mengikuti dari berbagai perguruan tinggi, instnasi, masyarakat pelaku wirausaha, dari berbagai sector dan dari seluruh Indonesia. Peserta yang mengikuti webinar ini sangat antusias dari awal sampai akhir. Dan harapan besar kami, pelaksanaan webinar ini sangat bermanfaat bagi peserta dan masyarakat luas lainnya.

Dari kegiatan ini diharapkan selain dapat sharing tentang bagaimana mengurus sertifikasi halal dan izin edar bagi produk pangan dan herbal, dan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi tenant Inkubator Bisnis Teknologi (IBT ULM) dan juga kepada masyarakat luas serta pelaku wirausaha dan kami harapkan juga untuk memotivasi pelaku usaha untuk lebih meningkatkan lagi kepedulian mereka akan pentingnya legalitas produk mereka tidak hanya legalitas usaha, diharapkan juga dapat menarik minat peserta dan masyarakat luas pelaku wirausaha khususnya pelaku usaha yang belum memiliki sertifikasi halal dan ijin edar bagi produk pangan, minuman, obat dan kosmetika. Pada kesempatan ini disampaikan juga kepada peserta bahwa kalau ingin berkonsultasi lebih dalam lagi di persilakan untuk mengunjungi kantor Inkubator Bisnis Teknologi  Universitas lambung Mangkurat, di IBT ULM mempunyai banyak sumber daya manusia yang berkompeten dan expert di bidangnya masing-masing dan nantinya sesuai permasalahan dan kebutuhan tenant membutuhkan solusi dibidang apa, akan kami arahkan untuk konsultasi ke pakarnya langsung yang ada di Universitas Lambung Mangkurat.

Universitas Lambung Mangkurat ke depan ingin menjadi Entrepreneur University, menjadi Universitas yang berbasis Wirausaha, sehingga sebagai mahasiswa diberi kesempatan untuk memunculkan keinginan dan jiwa untuk berwirausaha. Dan Inkubator Bisnis Teknologi ULM sangat diharapkan dapat berkembang lebih maju lagi untuk mendukung misi Universitas Lambung mangkurat tersebut. Kami sampaikan juga bagi masyarakat luas yang ingin bergabung menjadi tenant IBT ULM tidak hanya dari mahasiswa ULM dan alumni, tapi masyarakat luas kami persilakan kalau memang berminat silakan mengunjungi IBT ULM dengan lokasi di Gedung IV lantai I Kampus ULM Banjarbaru, Jl. A Yani Km. 36 Banjarbaru, dan dipersilakan juga untuk mengunjungi laman website https://ibt.ulm.ac.id/ diwebsite ini IBT ULM juga dapat mempromosikan produk-produk tenant IBT ULM secara gratis.

 Sumber : sekretariat IBT ULM